Selasa, 22 November 2011

seperti sebuah kayu . . .

diambil dari google biar lebih ngeeh sm tulisannya 
Kini musim telah berganti menjadi musim hujan, atau entah ini musim kemarau namun seolah-olah terlihat seperti musim hujan. Kayu, seikat kayu yang dahulu menjadi sumber penghidupan sebuah laki-laki, kini ditinggalkan begitu saja. Yah, kini laki-laki tersebut telah berganti istri pekerjaan. Dahulu, seikat kayu itu sangat berharga bagi sebuah lelaki menggantungkan hidup pada kayu.

Kini,

yang terjadi adalah, kayu yang telah ia ikat dalam sebuah ikatan kecil,ia tinggalkan. . .

tanpa memperdulikannya lagi,

tanpa merasa . . bahwa ada hal yang salah,



Tanpa sebuah lelaki itu sadari,



seiring bergulirnya waktu di hutan itu,

siang . . malam . . panas . . dingin . . dan angin..

lama kemudian,

sang kayu  . . yang tak bisa berbicara. . diam

yang hanya "mati" . . . hingga  akhirnya  - - - - - -  menjadi lapuk.



hingga sseekor laki-laki itu kehilangan pekerjaan barunya- - - dan suatu saat kemudian ia ingat akan seikat kayu yg ia tinggalkan. Ia datang kembali . . . ke hutan,



mencari kayu yang dulu sempat ia ikat,


namun ternyata, kayu itu telah  rusak-hampir mrnghilang-karena keadaan

wibiya widget