Sabtu, 10 Desember 2011

tetesan air mata pelangi . .

 untuk dijadikan motivasi, disini orang itu diibaratkan seperti " pelangi ;) "
enjoy . . .

tetesan air mata pelangi . . .

pagi itu, suasana kampus begitu segar. tatkala angin yang bertiup cukup kencang . . . yang kemudian mengibaskan helaian rambut setiap insan di tempat itu. Di sana, telah banyak antrian mahasiswa baru yang sedang mengikuti acara wajib sebagai sarana pengenalan mahasiswa baru dengan suasana kampus, sebut saja OSPEK.
Tak kenal, tak sayang, tak dekat, tak sayang,

YAH dari sini pelangi-pelangi mulai muncul,

pelangi. . .
muncul serta terlihat oleh jutaan pasang mata manusia, meski nikmat butiran air hujan tak merata terasa olehnya. Pelangi tak hanya pelit memperlihatkan wujudnya yang hanya di tempat terdipilih untuk mendapatkan hujan, tetapi juga di lain tempat, yg tak terbasahi oleh tetesan air hujan. . . itulah pelangi, yang selalu indah, menyejukkan, mengagumkan, memberikan motivasi, dan membahagiakan . .

Nia, ia gadis dengan perawakan sedikit tinggi, kurus, dan mengenakan kacamata berwarna hijau. Ia merupakan mahasiswa yang berasal dari daerah Palembang. Pembawaannya yang luwes membuat ia mudah diterima oleh teman-teman barunya yang telah ia kenal sebelumnya lewat dunia maya. Akibat salah satu kemajuan teknologi ini, telah terjalin pula komunikasi antar sesama mahasiswa baru di universitas tersebut.

termasuk Nia, dan Amri . . . awal pertemuan mereka adalah di lobi lantai 2. Saat itu Nia sedang duduk di pinggir lobi bersama teman satu kelompoknya, lengkap dengan atribut ospek yg menggelikan mengingat cara membuatnya yg cukup merepotkan segala lapisan masyarakat.
Dari arah berlawanan, beberapa kelompok laki - laki berjalan di depan mahasiswa lain yg sedang beristirahat. Tiba-tiba dari sebelah Nia, salah satu teman yg duduk bersebelahan dengannya, memanggil nama, " Amri!" dan seketika itu, Amri tersenyum.
Setelah pertemuan itu, hanya Nia yg sudah bisa mengenali wajah Amri, tidak dengan Amri. Amri tetap belum mengenali wajah Nia, sampai akhirnya hari berikutnya, Amri berhasil mengenali wajah Nia, teman yg ia kenal sebelumnya, teman untuk bertukar informasi, serta impian tentang dunia perkuliahan yg kelak akan mereka jalani.

Sampai pada suatu saat, setelah ospek berakhir dan kegiatan perkuliahan telah dimulai. . .
Saat itu Nia bersama Sia, temannya, mereka pergi keluar ruang kuliah untuk menuju ke kamar kecil. Begitu ia keluar dari pintu ruang kuliah, dari arah belakang, Amri mengejar Nia. . . sambil mengulurkan tangannya. bukan untuk menolong Nia yg sedang terpeleset, melainkan untuk berkenalan dengan Nia secara langsung, saat itu adalah saat pertama kali mereka saling berbicara.

Amri berkata sambil mengulurkan tangannya, " hai ni, aku amri." hey, aku Nia. . dan mereka saling berjabat tangan, dilanjutkan dengan berbicara tentang beberapa hal,
seteleh itu, banyak hari mereka lalui . . . Sampai pada Amri menyatakan cintanya pada Nia, di perpustakaan kampus mereka.

disinilah awal dari banyak hal yang coba dipelajari oleh Nia,
pacarnya adalah sosok yang berbeda. . . ada banyak hal pada diri pacarnya yang sekaligus teman akrab pertamanya itu. Seiring waktu berlalu, Nia merasakan sesuatu, sesuatu yang "tidaklah biasa". Ia menggunakan perasaannya, untuk perlahan mengerti tentang Amri.
Beberapa pertanyaan dari Nia, banyak yang tak terjawab oleh mulut Amri. . . beberapa kalimat lelucon yang keluar dari mulut Nia pun kadang ada yg tidak ditanggapi oleh Amri. "Ada sesuatu yang janggal"Nia berkata dalam hati. . .

Suatu hari lain, ia bercerita tentang kejanggalan ini pada temannya. Nia bisa merasakan, sepertinya hal janggal ini adalah tentang seputar keluarga. Tak lama kemudian, Nia mengetahui sesungguhnya apa yang terjadi, sesuai dengan apa yg ia rasakan sebelumnya.
sosok pribadi nan kuat, berprinsip, pantang menyerah, penghibur, itulah dia, pacar Nia, Amri.. . . .
Saat Nia mengetahui bagaimana Amri, dia hanya menyimpannya dalam hati kecilnya, berusaha memahami Amri yang tak pernah mau bercerita kepada dirinya. Setiap Nia dan Amri saling bertukar pendapat bersama, Amri selalu saja mengatakan, "Nia. . . ada porsi/bagian yang berhak untuk kamu tau, ada juga bagian yang kamu ngga bisa tau". perkataan Amri, membuat Nia tersentuh. Begitu kuatnya pemuda di depan ku ini, begitu besar hatinya menjalani hidup ini. Sosoknya menjadi motivasi bagi Nia, untuk menjadi pribadi yang kuat. Nia secara diam- diam telah mengetahui keadaan keluarga Amri, dari salah seorang teman Amri.

Aku bisa hidup dengan cara sederhana, namun aku tak bisa hidup tanpa kehadiran kedua orang tua yang aku sayangi. Aku sangat menyanyangi kedua mereka, tanpa mereka, entah kemanakah jalan terang yang harus kucari,sendiri. . .
Kedua orangtua Amri telah berpulang kembali kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT..


Kata-kata lain dari pembicaraan Amri dan Nia di taman, yang selalu teringat oleh Nia , sebelum akhirnya hubungan mereka berakhir adalah .  . .
" Aku senang, bisa membuat orang lain tertawa bahagia. walaupun sebenarnya aku sedang sedih,"

"Aku sering pergi bersama teman-temanku, untuk sekedar menghibur diriku sendiri Nia,"
YAH. . . Dia adalah pelangi,
ditengah sedihnya, ia menunjukkan kekonyolannya untuk membuat tertawa dirinya dan orang lain,

kegigihannya untuk belajar, kegigihannya untuk total mengikuti organisasi yang sedang ia geluti, dan hubungannya dengan Sang Maha Pencipta. .


WAHAI PELANGI, TETESAN AIR MATAMU ADALAH KESABARAN, KEHADIRANMU ADALAH KEBAHAGIAAN BAGI ORANG - ORANG, TAK HANYA YANG BERADA dI SEKITARMU, TERSENYUMLAH PELANGI . . . BANYAK YANG MENYAYANGIMU, dan TERUSLAH MENJADI PELANGI 





WAHAI PELANGI, TETESAN AIR MATAMU ADALAH KESABARAN, KEHADIRANMU ADALAH KEBAHAGIAAN BAGI ORANG - ORANG, TAK HANYA YANG BERADA dI SEKITARMU, TERSENYUMLAH PELANGI . . . 
BANYAK YANG MENYAYANGIMU,
dan TERUSLAH MENJADI PELANGI  ;)

1 komentar:

wibiya widget