Daun yang tak pernah membenci angin..
Begitulah ungkapanku untuk angin ku yang senantiasa bisa kapan saja meniupkan angin kencang terhadapku. Membuatku patah...... kemudian terjatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Namun akhirnya aku tetap tidak bisa membenci angin, walaupun ia sering membuatku sakit..
Ia menjatuhkanku...
Namun ia kembali membawaku terbang bersamanya .... mengikutinya....
Jejak langkah yang tersisa, Itulah apa yang bisa ku lihat darinya..
Kini aku hanya tinggal menunggu waktuku untuk mengering,
dan tetap melihat anginku bertiup kencang di atas sana....
Allah Maha Besar..
Kini aku hanya tinggal menunggu waktuku untuk mengering,
dan tetap melihat anginku bertiup kencang di atas sana....
Allah Maha Besar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar