Kamis, 02 Mei 2013

keikhlasan yang pernah diajarkan

Bergetar jemariku menulis kisah ini, suatu cerita dimana akhirnya sedikit demi sedikit secara bertahap aku menemukan ketenangan hatiku akan sebuah alur kehidupan yang memang seperti ini jalan nya.  Mengucap terimakasih untuk dorongan yang telah diberikan kepadaku belum sempat kuucapkan secara langsung..Semoga kelak aku masih diberikan waktu, untuk berterimakasih atas kebaikan yang telah ia lakukan untukku..Karena hingga sekarang, aku masih merasakan bahagia oleh karena nya.. oleh karena keikhlasan yang dulu sangat susah kujalani,

Kukira, aku mendapatkan dukungan dari nya, penafsiran fikiran manusia sangat dimungkinkan untuk bermacam-macam. Itulah juga yang terjadi padaku, ku kira ia mendukung penuh.. Ternyata dukungan itu hanya harapanku saja Ya Allah...

Lalu aku hanya mengembalikan kekecewaan ini pada diriku sendiri, dulu aku pernah membencinya karena sikap kasarnya, namun aku luluh untuk memaafkannya karena manusia tidaklah sempurna..

Berkaca dari kesalahan masa lalu, aku sadar, tidaklah pantas aku untuk memaksakan kehendakku..
Aku mampu memberikan nasehat keikhlasan pada oranglain, aku bahagia menceritakan prosesnya untuk berubah dalam hal keagamaan kepada temanku yang lain  untuk dijadikan pelajaran...yah, aku menangis . . . Ketika aku selesai bercerita tentangnya yang telah berubah, tangisku bukan karena kebencian, tapi karena kami yang tak  bisa disatukan..Terkadang, bahkan sering aku merasakan kesendirian,membutuhkan teman untuk bicara berbagi cerita, dan entah sampai sekarang, masih hanya dia yang ku nanti

Nammun semua ku kembalikan pada kehendak Allah SWT yang terbaik untukku,


aku masih meyakini ia akan berubah menjadi sosok yang baik budi dan sabar,insyaallah..

wibiya widget